"Jika
makan arai pinang, makanlah dengan sirih yang hijau,
jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau".
Begitulah punyi pepatah yang dilontarkan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno untuk mengungkapkan keindahan Danau Maninjau. Pepatah ini dibingkai indah di sebuah hotel yang berada di Danau Maninjau.
Kadang, untuk melihat sebuah keindahan, ada harga yang pantas dibayar. Begitu juga untuk menikmati keindahan di Danau Maninjau. Harga yang dibayar disini bukan hanya sekedar soal berapa uang yang harus dikeluarkan, tapi perjalanan yang berkelok-kelok sebanyak 44 kali harus dirasakan dan dinikmati oleh wisatawan yang mengunjungi Sumatera Barat. Jalan yang berputar-putar ini dikenal dengan kelok 44. Bagi Anda yang suka mabuk dalam perjalanan, silahkan siapkan persediaan obat-obatan anti mabuk.
Perjalanan
ke Danau Maninjau dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu dari arah utara dan
selatan. Dari arah selatan, Anda akan melewati Kabupaten Padang Pariaman.
Sekitar 140 km jaraknya dari kota Padang ke Danau Maninjau. Jika mengambil
jalur utara, Anda akan melewati Kota Bukittinggi. Anda akan mencapai Danau
Maninjau melaui jalan berkelok-kelok sepanjang 10 km yang terkenal dengan nama
Kelok 44. Menuruni Kelok 44, Anda akan menyaksikan panorama Danau Mainjau yang
terbentang luas dari ketinggian. Oya, sebelum ke Danau Maninjaunya, mampirlah dulu ke Embun Pagi yang berada tidak jauh dari Danau Maninjau. Di Embun Pagi, pemandangan terlihat sangat indah. Awan yang dilangit seperti berada di atas danau. Ya...Danau Maninjau ibarat cermin dari awan di langit. Danaunya sangat tenang. Indah sekali.

Siang itu saya datang kesana, angin kencang sekali bertanda hujan hendak turun. Langit yang tadinya cerah mendadak menjadi putih. Kamipun bergegas meninggalkan danau Maninjau, mencari makan siang khas minang seebelum meneruskan perjalanan pulang. Kali ini kamu pulang melewati arah Pariaman, jadi tidak melewati kelok 44 lagi. Kebetulan kampung saya memang di Pariaman..hehe...
Keindahan selalu memiliki harga, bukan?
Perjalanan ke Danau
Maninjau dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu dari arah utara dan
selatan. Dari arah selatan, Anda akan melewati Kabupaten Padang
Pariaman. Sekitar 140 km jaraknya dari kota Padang ke Danau Maninjau.
Jika mengambil jalur utara, Anda akan melewati Kota Bukittinggi. Anda
akan mencapai Danau Maninjau melaui jalan berkelok-kelok sepanjang 10 km
yang terkenal dengan nama Kelok 44. Menuruni Kelok 44, Anda akan
menyaksikan panorama Danau Mainjau yang terbentang luas dari ketinggian.
Read more at http://uniqpost.com/33562/melirik-indahnya-pesona-danau-maninjau/#
Read more at http://uniqpost.com/33562/melirik-indahnya-pesona-danau-maninjau/#
Perjalanan ke Danau
Maninjau dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu dari arah utara dan
selatan. Dari arah selatan, Anda akan melewati Kabupaten Padang
Pariaman. Sekitar 140 km jaraknya dari kota Padang ke Danau Maninjau.
Jika mengambil jalur utara, Anda akan melewati Kota Bukittinggi. Anda
akan mencapai Danau Maninjau melaui jalan berkelok-kelok sepanjang 10 km
yang terkenal dengan nama Kelok 44. Menuruni Kelok 44, Anda akan
menyaksikan panorama Danau Mainjau yang terbentang luas dari ketinggian.
Read more at http://uniqpost.com/33562/melirik-indahnya-pesona-danau-maninjau/#
Read more at http://uniqpost.com/33562/melirik-indahnya-pesona-danau-maninjau/#
Perjalanan ke Danau
Maninjau dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu dari arah utara dan
selatan. Dari arah selatan, Anda akan melewati Kabupaten Padang
Pariaman. Sekitar 140 km jaraknya dari kota Padang ke Danau Maninjau.
Jika mengambil jalur utara, Anda akan melewati Kota Bukittinggi. Anda
akan mencapai Danau Maninjau melaui jalan berkelok-kelok sepanjang 10 km
yang terkenal dengan nama Kelok 44. Menuruni Kelok 44, Anda akan
menyaksikan panorama Danau Mainjau yang terbentang luas dari ketinggian.
Read more at http://uniqpost.com/33562/melirik-indahnya-pesona-danau-maninjau/#
Read more at http://uniqpost.com/33562/melirik-indahnya-pesona-danau-maninjau/#
ga tahu kenapa, saya lebih memilih berenang di pantai daripada di danau. menurut saya, danau itu misterius, serta menyimpan hal-hal yang mengerikan *gubrak#.. apalagi ditambah bau amis, ogah lah ;)
ReplyDeleteNice post sob:)
ReplyDeleteSayangnya amis ya mb... Masak kita ngliatnya harus dr atas? :( apkh danau yg lain begitu jg ya...
ReplyDeletegood posting..
ReplyDeletei like it :D
mau liburan sambil menikmati indahnya pesona danau maninjau & kota wisata Bukittinggi, kunjungi kami disini
terima kasih..
nice...
ReplyDeletesalam kenal..
kunjungi balik kami di wisata sumatra barat
terima kasih